Sifat-sifat mulia istri

Published 06/07/2012 by Bias Berpendar Didahan Ilalang

Dari anggota rumah tangga, faktor yang paling berperan besar dalam perkara rumah adalah istri, karena dia adalah ratu, anchor (jangkar) dan ikon utama sebuah rumah tangga, ia adalah rujukan suami dan tempat kembali anak-anak, maka dalam bahasa Arab dia disebut dengan ’Um’ yang berarti ibu, induk tempat kembali.

Sebagai pemeran utama dalam panggung rumah tangga, karena perannya yang signifikan di dalamnya, maka istri harus membekali diri dengan sifat-sifat sehingga dengannya dia bisa mengemban tugas dan memainkan perannya sebaik mungkin, dengan itu maka kondisi yang membahagiakan dan situasi yang menentramkan di dalam rumah akan terwujud.

Rahasia Keluarga

Laki-laki yang pandai cenderung memilih wanita yang pandai menyimpan rahasia keluarga, karena rahasia keluarga bukan gosip artis yang menjadi santapan empuk media masa gombalan, cukuplah anggota keluarga yang mengetahui, cukuplah istri saja yang mengetahui lalu menyimpannya dalam-dalam seraya mencari cara mengatasinya.

Laki-laki kurang suka terhadap wanita yang teledor lagi bodoh, wanita ember yang mulutnya lebar, menampung apa yang dimasukkan ke dalamnya dan bila sudah penuh maka akan meluber, selalu berbicara tentang berita-berita manusia dan membeber rahasia mereka dan menjadikannya sebagai bahan gosip, wanita seperti ini tak dijamin suatu saat akan mengunggah aib suaminya ke ranah perbincangan publik.

Allah telah menyatakan bahwa istri adalah libas, pakaian, yang salah satu fungsinya adalah menutup apa yang tak patut terbuka dari badan, maka istri yang baik pun selayaknya demikian, menutup apa yang kurang patut untuk dibuka di depan orang lain, itu baru namanya istri yang baik.

Allah menyatakan bahwa wanita yang shalihah adalah wanita yang menjaga diri, termasuk menjaga diri adalah menjaga rahasia-rahasia dan hal-hal yang terjadi di antaranya dengan suami.

Mengalir bersama Suami

Dengan mempunyai pemikiran yang realistis sejak memulai hidup, tidak berharap terwujudnya keselarasan dan kesepahaman antara dirinya dengan suaminya begitu keduanya disatukan oleh pernikahan secara otomatis, akan tetapi yang ada di benaknya adalah bahwa keselarasan emosi dan pemikiran memerlukan tahapan dan mengharuskan usaha, yang diperlukan di sini bukan dia harus menjauhi segala percobaan, atau menjauhkan dirinya dari apa yang mungkin membuatnya salah, akan tetapi yang diperlukan adalah mencoba, berusaha dan mengambil manfaat darinya serta tidak mengulang kesalahan itu sendiri.

Dia memiliki keinginan yang kuat untuk meraih kesepahaman, selalu berusaha mewujudkan keserasian dan keselarasan bersama pendamping hidupnya sedikit demi sedikit dengan tetap berpegang kepada sebab-sebab kesabaran, ketenangan dan ketekunan dalam rangka menjauhi pemicu percekcokan dan meminimalkan sebab-sebab perselisihan serta menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya ruh saling menyintai dan menyayangi.

Mustahil terwujud keselarasan tanpa adanya sikap mengalah dari suami atau istri dengan meninggalkan sebagian bentuk tingkah laku dan kebiasaan lamanya.

Seimbang antara Hak Allah dengan Hak Suami

Sebagian wanita mengira bahwa banyak beribadah kepada Allah Ta’ala walaupun harus mengorbankan suami atau keluarganya bisa mendekatkannya kepada Allah, sebuah dugaan yang patut bagi setiap wanita yang mengerti menjauhkan diri darinya, karena yang memerintahkannya beribadah kepada Allah adalah Allah, Dia juga yang memerintahkan istri menunaikan hak-hak suami.

Hak suami atas istri besar, karena sebuah ibadah sunnah yang hendak dilakukan oleh istri dan menghalangi hak suami, maka istri patut meraih restu suaminya dulu. Dari sini maka tidak patut bagi istri dengan alasan menunaikan hak Allah melalaikan hak suami. Istri yang baik adalah istri yang tahu kapan hak Allah dan kapan hak suaminya. Wallahu a’lam.

http://alsofwah.or.id/?pilih=lihatsakinah&id=280

KEMATIAN BUKAN AKHIR DARI PRAHARA

Published 02/05/2012 by Bias Berpendar Didahan Ilalang

KEMATIAN BUKANLAH AKHIR DARI PRAHARA

Mungkin pernah kita mendengar seseorang berkata:
“Aku menderita, Aku sangat menderita..!!
Seandainya Aku mati saja, maka Aku tidak akan menderita lagi..”

Benarkah setelah kematian maka kita akan ‘istirahat’ panjang?
Jawabannya tidak. Justru kematian merupakan awal dari prahara sesungguhnya.
——————————————————————————–
Setelah kematian menghampiri..
maka kita masih harus menghadapi cobaan (pertanyaan) di alam kubur, menentukan apakah kita akan mendapatkan adzab kubur ataukah nikmat kubur? Baca selengkapnya →

Tafsir surah Al-Baqarah ayat 259

Published 01/05/2012 by Bias Berpendar Didahan Ilalang

TAFSIR SURAH AL-BAQARAH AYAT 259

Allah Subhanahu wa Ta’alah berfirman yang artinya: “Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata, ‘Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?’ Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, ‘Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?’ Dia menjawab, ‘Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.’ Allah berfirman, ‘Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.’ Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata, ‘Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Al-Baqarah: 259) Baca selengkapnya →

fatwa tentang boneka

Published 30/04/2012 by Bias Berpendar Didahan Ilalang

✿ Fatwa-Fatwa Para Ulama Tentang Boneka ✿

Tanya:
Ada beragam boneka, di antaranya yang terbuat dari kapas yang memiliki kepala, dua tangan, dan dua kaki. Ada pula yang sempurna menyerupai manusia. Ada yang bisa bicara, menangis, atau berjalan. Lalu apa hukum membuat atau membeli boneka semacam itu untuk anak-anak perempuan dalam rangka pengajaran sekaligus hiburan? Baca selengkapnya →

hukum membuat bulu mata palsu

Published 30/04/2012 by Bias Berpendar Didahan Ilalang

Hukum Bulu Mata buatan (Palsu)
Selasa, 26 Oktober 10

Pertanyaan :

Dewasa ini terdapat bulu mata buatan yang disusun dengan rapi seperti layaknya bulu mata asli yang dipakai oleh orang yang memiliki bulu mata yang pendek atau bulunya jarang atau setelah dipendekkan yang dipakai pada saat tertentu, dan setelah acara selesai, bulu mata tersebut dicabut kembali, bagaimana hukum hal tersebut ? Kiranya Syaikh berkenan memberikan fatwa kepada kami . Baca selengkapnya →

Hakikat hati yang sakit

Published 29/04/2012 by Bias Berpendar Didahan Ilalang

HAKIKAT HATI YANG SAKIT

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya. (Al-Baqarah: 10).

Allah befirman,

“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syetan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit.” (Al-Hajj: 53).

Allah befirman,

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57). Baca selengkapnya →

syukur dan sabar

Published 29/04/2012 by Bias Berpendar Didahan Ilalang

Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah : Sebaik-sebaik kehidupan yang didapatkan orang-orang yang berbahagia adalah karena kesabaran mereka, dan mereka naik ke tempat yang paling tinggi dengan sebab rasa syukur mereka, maka mereka berjalan dengan kedua sayapnya (sabar dan syukur) ke surganya Allah, “Itulah keutamaan dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki, dan Allah adalah pemilik keutamaan yang agung” Baca selengkapnya →

%d blogger menyukai ini: